Biografi Prof. Nur Anas Djamil

Biografi Prof. Nur Anas Djamil

Biografi Prof. Nur Anas Djamil

Prof. Nur Anas Djamil (lahir di Balai Mansiro, Guguk, Lima Puluh Kota, 17 Oktober 1931; umur 84 tahun), adalah tokoh agama yang berasal dari Sumatera Barat.[1]
Ia lulus dari IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 1962 dan kemudian menjabat sebagai dekan Fakultas Keguruan Sastra dan Seni (kini Fakultas Bahasa dan Seni) Universitas Negeri Padang (saat itu masih bernama IKIP Padang) pada periode 1969-1971[2] dan pensiun dari universitas tersebut pada tahun 2001. Ia juga mengajar di Universitas Bung Hatta, dimana ia mengajar selama 28 tahun.[3]
Dari tahun 1995 sampai 2000, ia menjabat sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat, dan kini sebagai ketua Lembaga Amil Zakat Infak dan Sadaqah di lembaga yang sama untuk periode 2010-2015.[4]
Karya
•    Djamil, N. A. (1975). Masyarakat nelayan di pesisir utara Aceh: Kertas hasil penelitian. Banda Aceh: Pusat Latihan Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Aceh. OCLC 52793393
•    Rasyad, H., Yamin, M., & Djamil, N. A. (1981). Pemakaian kosa kata bahasa Indonesia murid kelas 6 sekolah dasar Sumatera Barat. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. OCLC 66200189
•    Djamil, N. A., Universitas Andalas., IKIP (Padang)., INS Kayutanam (Padang)., Pemerintah Daerah Sumatera Barat (Padang)., & Seminar Internasional mengenai Kesusasteraan, Kemasyarakatan dan Kebudayaan Minangkabau. (1980). Peranan pertunjukan rakyat tradisional dalam komunikasi pembangunan. Padang: Universitas Andalas. OCLC 66212885


Baca Artikel Lainnya:

RESENSI NOVEL “PERAHU KERTAS”

RESENSI NOVEL “PERAHU KERTAS”

RESENSI NOVEL “PERAHU KERTAS”

A.    Identitas Buku

Judul buku         : Perahu Kertas
Penulis               : Dewi Lestari “Dee”
ISBN                 : 978-979-1227-78-0
Penerbit              : Bentang Pustaka dan Truedee Pustaka Sejati
Editor                 : Hermawan Aksan
Cetakan              : I, Agustus 2009
Tebal                  : XII + 444 halaman; 20 cm
Tahun Terbit        : 2010
Jumlah Halaman  : 444 halaman
Harga                  : Rp 69.000,-
Cover                 : –

B.    Sekilas Tentang Penulis

Dewi Lestari Simangunsong yang akrab dipanggil Dee (lahir di Bandung, Jawa Barat, 20 Januari 1976) adalah seorang penulis dan penyanyi asal Indonesia. Dee pertama kali dikenal masyarakat sebagai anggota trio vokal Rida Sita Dewi. Ia merupakan alumni SMA Negeri 2 Bandung dan lulusan Universitas Parahyangan, jurusan Hubungan Internasional. Sejak menerbitkan novel Supernova yang populer pada tahun 2001, ia kemudian dikenal luas sebagai novelis.
Salah satu novel karya Dee yang sangat laris adalah Perahu Kertas. Perahu Kertas merupakan novel keenam Dee. Setelah sukses memikat hati para pembaca dengan buku tritologi Supernova-nya, Dee meluncurkan sebuah novel berjudul Perahu Kertas, yang sempat mati suri selama sebelas tahun karena dilupakan. Namun, akhirnya, novel ini berhasil diselesaikan dalam waktu 55 hari berkat kegigihan dan kenekatan seorang Dee.

C.    Sinopsis Novel

Dimulai dari kisah seorang remaja bernama Keenan, yang baru saja lulus SMA, yang selama enam tahun tinggal bersama neneknya di Amsterdam. Namun karena perjanjian dengan ayahnya, Keenan terpaksa pulang ke Indonesia dan berkuliah di Bandung, di Fakultas Ekonomi. Sementara Keenan sendiri sangat tidak menginginkannya dan lebih memilih untuk menjadi seorang pelukis dibandingkan seorang businessman. Keenan memiliki bakat melukis yang kuat dari ibunya dan dia tidak mempunyai cita-cita lain selain menjadi pelukis.
Sementara, di sisi lain, ada Kugy, seorang gadis unik yang cenderung banyak kejutan di dalam kehidupannya. Kugy juga akan berkuliah di universitas yang sama dengan Keenan.
Tak jauh berbeda dengan Keenan, Kugy pun mempunyai cita-citanya sendiri, yaitu menjadi juru dongeng. Kugy sangat menggilai dongeng. Tak hanya mengkoleksi buku-buku dongeng dan punya taman bacaan, Kugy juga sangat senang menulis dongeng. Walaupun Kugy yakin menjadi seorang juru dongeng bukanlah profesi yang meyakinkan yang akan diterima dengan mudah oleh khalayak umum. Akan tetapi, Kugy tak ingin lepas begitu saja dari dunia tulis menulis, Kugy lantas meneruskan pendidikannya di Fakultas Sastra. Kugy dan Keenan dipertemukan lewat pasangan Eko dan Noni. Eko merupakan sepupu Keenan. Sementara Noni merupakan teman Kugy sejak mereka berdua masih kecil. Mereka berempat akhirnya bersahabat karib.
Lambat laun, Kugy dan Keenan saling mengagumi dan tanpa mereka sadari mereka saling jatuh cinta, tanpa pernah ada kesempatan untuk saling mengungkapkan, dikarenakan situasi yang tidak memungkinkan.  Kugy sudah mempunyai pacar bernama Ojos (panggilan yang semena-mena diciptakan oleh Kugy). Sementara Keenan saat itu sedang dicomblangkan oleh Wanda, seorang kurator muda, yang merupakan sepupu Noni. Persahabatan empat sekawan itu mulai merenggang sejak adanya Wanda.
Kugy lantas menjalani kegiatannya yang baru dan sibuk dengan kegiatan itu, yakni menjadi guru relawan di sekolah darurat bernama Sakola Alit. Di sanalah Kugy bertemu dengan Pilik, muridnya yang nakal namun kelihatan cerdas. Pilik dan kawan-kawannya berhasil ditaklukan oleh Kugy dengan cara, ia membuatkan mereka kisah petualangan dengan mereka sebagai tokohnya, yang diberi judul: Jendral Pilik dan Pasukan Alit.  Kugy menuliskan kisah petualangan murid-muridnya itu di sebuah buku tulis, yang kelak diberikan kepada Keenan.
Hubungan Keenan dan Wanda yang semula mulus, akhirnya hancur dalam semalam. Begitu juga dengan impian Keenan yang selama ini ia bangun dan perjuangkan, kandas dengan cara yang mengejutkan bersamaan dengan hancurnya hubungan ia dengan Wanda. Dengan hati hancur, Keenan meninggalkan kehidupannya di Bandung dan keluarganya di Jakarta, lalu pergi ke Ubud dan tinggal bersama Pak Wayan yang merupakan sahabat ibunya.
Hari-hari bersama keluarga Pak Wayan, yang semuanya merupakan seniman-seniman yang cukup disegani di Bali, sedikit demi sedikit mulai mengobati hati Keenan. Sosok yang sangat berpengaruh dalam penyembuhannya yaitu Luhde Laksmi, keponakan Pak Wayan. Keenan pun akhirnya mulai bisa melukis lagi. Berbekal kisah petualangan Jendral Pilik dan Pasukan Alit yang diberikan oleh Kugy, Keenan membuat lukisan-lukisan serial yang menjadi terkenal dan diburu para korektor.
Kugy, yang kesepian dan kehilangan sahabat-sahabatnya di Bandung, menata ulang hidupnya. Ia cepat-cepat lulus kuliah dan langsung bekerja di sebuah biro iklan di Jakarta sebagai copywritter. Di sana, ia bertemu dengan Remigius Aditya, atasan yang sekaligus sahabat abangnya, Karel. Dengan cara yang tak terduga karier Kugy naik daun dan menjadi orang yang diperhitungkan di kantor itu karena pemikirannya yang ajaib dan serba spontan.
Namun sosok Remigius tidak melihat Kugy dari sisi itu. Remi menyukai Kugy tidak hanya dari ide-idenya, tapi juga semangat dan sisi keunikan Kugy. Dan akhirnya Remi pun harus mengakui bahwa ia jatuh hati kepada Kugy. Sebaliknya, ketulusan Remi meluluhkan hati Kugy dan membuatnya memilih Remi.
Keenan tidak bisa selamanya tinggal di Bali. Kondisi kesehatan ayahnya yang memburuk, memaksanya untuk pulang ke Jakarta dan harus menjalankan perusahaan ayahnya karena tidak mempunyai pilihan lain. Pertemuan antara Keenan dan Kugy tidak bisa terelakkan. Bahkan empat sekawan ini bertemu lagi dan bercanda seperti masa-masa jayanya dulu. Semuanya dengan kondisi yang berbeda. Dan kembali hati mereka diuji. Kisah cinta dan persahabatan selama lima tahun ini pun berakhir dengan kejutan bagi semuanya. Akhirnya setiap hati hanya bisa memasrahkan dirinya kemana aliran cinta membawanya.

D.    Unsur Intrinsik
a. Tema
Tema yang diangkat tentang persahabatan, cinta, dan kekeluargaan.
b. Alur
Jika dilihat dari jalan ceritanya, novel ini menggunakan alur cerita maju-mundur.
c. Sudut Pandang
Dalam Novel Perahu Kertas ini, sudut pandang yang digunakan adalah orang ketiga tunggal.
d. Penokohan
Penggambaran tokoh dalam novel ini begitu kreatif dan jelas. Terdapat tokoh yang memegang peran dominan dalam novel ini yaitu protagonis dan titragonis
e. Gaya Bahasa
Kata-kata yang ditulis ringan dan gaya bahasanya sangat menyesuaikan denganperkembangan masyarakat modern. Selain itu, bahasa yang digunakan juga memiliki makna dan berisi.

E.    Kelebihan dan Kekurangan Novel
a.    Kelebihan
Novel ke enam karya Dewi Lestari atau yang sering dikenal “dee” ini menurut saya sangat menarik. Dimana novel ini mengulas tema persahabatan yang serat akan konflik yang menghanyutkan untuk para pembacanya. Dikemas dengan gaya bahasa yang lugas dan ringan serta sesuai dengan kondisi masyarakat sekarang menjaikan novel ini dapat mudah dimengerti dan diniikmati oleh pembaca pada berbagai lapisan usia.
Novel ini begitu edukatif dikarenakan kita bisa banyak belajar dari novel ini. Mulai dari bagaimana kita harus tetap semangat dalam meraih mimpi-mimpi kita. Selain itu, novel ini juga penuh akan nilai-nilai positif serta makna kehidupan yang tidak hanya bercerita tentang remaja pada umumnya, tetapi bercerita tentang dinamika kehidupan empat orang remaja serta korelasinya dengan lingkungan internal.  Dengan pelukisan latar waktu dan tempat yang sangat mendetail tetapi tidak berlebihan, menambah daya tarik dari novel in dan membuat seolah pembaca ikut terlibat di dalamnya.
Sekilas novel Perahu Kertas tampak standar dan biasa-biasa saja karena bertemakan tentang cinta.  Tetapi tidak hanya bererita tentang cinta namun banyak unsur lain yang mendukung dan kuat dalam novel ini yang membuat novel ini begitu inspiratif dan edukatif, seperti tentang mimpi, persahabatan, dan kekeluargaan.
Penggambaran tokoh, latar, dan alur yang begitu kreatif dan jelas membuat para pembaca novel Perahu Kertas tidak segan-segan untuk bermain dengan dunia imajinasinya dan membayangkan secara nyata apa yang terjadi dalam ceritanya.
b.    Kekurangan
Dalam novel ini, penggambaran cerita banyak menggunakan setting tempat sehingga sangat dapat beresiko pembaca akan menjadi bingung dalam memahami latar tempat cerita tersebut. Oleh karena itu dibutuhkan pemahaman dan konsentrasi tinggi untuk para pembacanya.
Pada beberapa bagian cerita, terdapat cerita yang monoton sehingga timbul kesan kurang menarik dan timbul kebosanan pembaca dalam mendalami novel.


Baca Artikel Lainnya:

RESENSI NOVEL “CINTA DALAM KARDUS”

RESENSI NOVEL “CINTA DALAM KARDUS”

RESENSI NOVEL “CINTA DALAM KARDUS”

Kata pengantar

Digital Pendidikan – Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat ilahi robbi, karna atas berkat rahmatnya kami dapat menyelesaikan resensi novel ‘Cinta Dalam Kardus’ yang di terbitkan olehPlot Poin Publising.
Dalam menyelesaikan laporan ini, kami ucapkan terimakasih kepada guru bahasa Indonesia dan teman-teman yang telah memberi dukungan dalam menyelesaikan resensi ini.
Tujuan kami membuat resensi ini yaitu untuk menambah pengalaman sebagai pelajar dalam membuat resensi novel, memudahkan kepada pembaca buku dalam memahami isi buku secara keseluruhan dan untuk menjalankan dan memenuhi tugas kami sebagai pelajar dalam mempelajari bahasa yang baik. Sekian maksud dan tujuan kami dalam membuat resensi ini.
Setiap manusia tak luput dari berbuat kesalahan, untuk itu apabila ada kesalahan penulisandan penyajian, kami mohon maaf atas kesalahan tersebut.
Demikian yang bisa kami tuliskan dalam kata pengantar resensi novel ini. Kritik dan saran selalu terbuka untuk perbaikan resensi ini.

Identitas Novel  Cinta dalam kardus

Judul         : Cinta dalam kardus
Pengarang     : Raditya Dika dan Anom Kiskenda
Penerbit     : PlotPoin Publishing
Halaman     : 191 Halaman
Terbit         : Mei 2013

Sinopsis

Film ini bercerita tentang Miko, orang yang percaya bahwa cinta itu menuntut dan tidak pernah bisa menerima seseorang apa adanya. I love just the way you are itu justru tanda buat berpisah. Dan seperti itulah yang ia alami saat ini, pada hubungannya dengan Putri. Miko mulai mempertimbangkan  untuk memutuskan hubungan mereka.
Malam minggu itu Miko berencana untuk naik ke panggung Stand Up Comedy.Dia ingin melakukan sesuatu yang bisa biki hidupnya segar. Diragukan Rian,, teman serumahnya, dia bertahan di panggung atau tidak, Miko tidak berhanti. Sebelum berangkat Miko sempat kaget melihat kardus yang beisi barang-barang nostalgia peninggalan 21 mantan gebetannya. Seharusnya kardus itu sudah dibuang oleh pembantunya, Mas Anca. Namun sayangnya Miko lupa memberitahukan Mas Anca dimana dia menyimpan kardus itu selama ini. Dengan kesal Miko pun akhirnya membawa kardus itu pergi bersama dirinya. Dia berencana  membuang kardus itu nanti. Sesampainya di café tempat acara Stand Up Comedy Night, karena belum menemukan kesabaran pun habis. Miko tersebut, Miko membawa kardus Comedy-nya. Dia punya agenda, ya dia naik keatas panggung, hadir bahwa love is overrateo! Menguasai panggung, ngoceh, untuk mendukung argumenya, Milebut terancam oleh dua ABG ke atas panggung. Melalui berani dan Kipli yang duduk posisi Miko dengan mantan gebetan dan penonton lain.
Bicara fakta:  dengan panggilan ayah-bunda kesabarannya pun habis. Miko menepis materi Stand Up Comedy-nya. Dia pun agenda, yaitu meyakinkan penonton yang hadir bahwa love is overrateo!
Untuk mendukung argumennya, Miko pun membawa kardus tadi ke atas panggung. Melalui barang-barang yang mengingatkan miko dengan mantan gebetan dan cerita dibaliknya. Miko ingin bicara fakta :  cinta sudah di hitung lebih “mahal” dari seharusnya!
Walau pun pada awalnya Caca dan Kipli  selalu menangkis argumen Miko, lama-kelamaan Miko berhasil mengubah suasana café  yang awalnya pink menjadi abu-abu ketika orang-orang mulai skeptis kepada cinta. Terbawa pada suasana Miko memutuskan putri melalui twitter.

Latar belakang

Film ini bercerita tentang Miko (Raditya Dika), orang yang percaya bahwa cinta itu menuuntut dan tidak pernah bisa menerima seseorang apa adanya. I love just the way you are itu justru tanda buat berpisah. Dan persis itulah yang ia rasakan saat ini, pada hubungannya dengan Putri (Anizabells Lesmana). Miko mulai mempertimbangkan untuk putus.
Hari itu Miko berencana untuk naik ke panggung stand up comedy . di aigin melakukan sesuatu yang bisa bikin hidupnya segar. Diragukan Rian(Ryan Adriandhy), kawannya, dia bisa bertahan di panggung atau tidak, Miko tak berhenti. Sebelum berangkat , Miko sempat kaget ketika menemukan kardus yang berisi barang-barang nostalgia peninggalan 21 mantan gebetannya.

Seharusnya kardus itu sudah dibuang oelh Mas Anca(Hadian Saputra), pembantunya. Namun sayang selama ini Miko lupa memberitahu dia dimana kardus itu disimpan. Dengan kesal akhirnya Miko pun membawa jardus itu pergi bersamanya. Dia berencanauntuk membuang kardus itu nanti. Sesampainya Miko di cafe stand up comedy, karena belum menemukan tempat untuk membuang kardus tersebut, Miko membawa kardus itu masuk bersamanya. Lalu dia naik ke atas panggung, dengan satu niat sederhana, menguasai panggung, ngoceh, melepas mumet. Namun niat tersebut terancam oleh dua ABG dimabuk cinta, Caca dan Kipli, yang duduk di paling depan dan sangat menyedot perhatian penonton.
Miko menahan kekesalannya. Namun saat dia mendengar Caca dan Kipli memanggil satu sama lain Ayah-Bunda, kesabarannya pun habis. Mio menepis mateti stand up comedy-nya. Dia punya agenda yautu meyakinkan penonton bahwa love is overrated!
Untuk mendukung argumennya, Miko pun membawa kardus tadi ke atas panggung. Melalui barang-barang peninggalan mantan gebetan dan kisah untuk dibaliknya, Miko ingin bicara fakta: cinta sudah dihitung lebih ‘mahal’ dari seharusnya!
Walaupun pada awalnya Caca dan Kipli selalu menangkis argumen Miko, lama kelamaan Miko berhasil mengubah suasana cafe yang pink menjadi abu-abu ketika orang-orang mulai ikut skeptis pada cinta. Karena terbawa oleh suasana di atas panggung, Miko bahkan memutuskan Putri dengan cara yang gegabah: lewat twitter.
Tapi sebuah batu koral dalam kardus itu bikin Miko jungkir balik dan tunggang langgang. Apakah memang cinta bisa apa adanya? Atau harusnya, ada apanya? Zona nysman yang sesungguhnya atau ruang penuh resiko yang harus selalu tumbuh?
Namun, berbeda dengan novel Cinta dalam Kardus yang dikarang oleh Anom Kiskenda dan diterbitkan oleh PlotPoint Publishing. Di dalam novel ini menceritakan  tentang tokoh Joni Lennon, yang sedang bertengkar dengan pacarnya yang bernama Key. Hingga akhirnya Joni, di minta ayahnyauntuk ikut magang, dia magang di sebuah produksi film Cinta dalam Kardus. Saat Joni sudah mulai magang, dia bertemu dengan orang-orang baru serta wajah-wajah baru yang tak disangka membuat Joni mengingatkan dengan mantan-mantannya.

UNSUR INTRINSIK NOVEL CINTA DALAM KARDUS

Cinta dalam kardus ini bertemakan “Di Dalam Kardus ada Cinta vs Ada cinta di bioskop, mempunyai alur maju, karena pada cerita tersebut tidak ada pengulangan peristiwa,bersudut pandang orang pertama pelaku utama, karena pengarang menceritakan sendiri kejadian yang dia alami.
Setting tempat pada novel ini berada di rumah Joni Lennon, di rumah Key, dan di lokasi syuting cinta dalam kardus. Suasana yang tercipta pada novel yaitu galau, menyenangkan, dan humoris. Sedangkan setting tempat pada filmnya berada di rumah Miko, rumah Putri, dan cafe stand up comedy. Suasana yang tercipta pada film yaitu humoris, galau, kocak.
Penokohan pada novel cinta dalam kardus, ada Joni yang mempunyai watak lola, tapi juga gokil dalam pembawaan sifat lolanya. Ada Key sebagai pacar Joni, yang mempunyai sifatnya selalu memaksakan kehendaknya, dibuktikan saat Key meminta Joni untuk segera menikahinya. Ayah Joni yang mempunyai watak seperti anaknya yaitu gokil dan juga humoris. Ruben sebagai salah satu kru dari pembuatan cinta dalam kardus. Mas Aris sebagai sutradara cinta dalam kardus. Dara sebagai asisten sutradara yang akhirnya setelah cinta dalam kardus di liris, dara mempunyai hubungan dengan Joni.
Penokohan pada film cinta dalam kardus ada Miko seorang pemuda galau tapi mempunyai watak yang humoris dan gokil. Putri yang berperan sebagai  cewek Miko, yang posesifnya minta ampun, selalu nanya jadwal si Miko dan lain sebagainya. Ada Rian temen Miko satu kontrakan. Anca pembantu yang lolanya itu minta ampun, di buktiin dengan peristiwa mas Anca lagi naruh ibat tikus di salah satu  ruangan, tapi malah ikut di cobain gokil kan. Harry sang pemilik cafe, yang digunakan Miko untuk stand up comedy. Caca dan Kipli sepasang kekasih yang masih labil-labilnya dan selalu menyanggah stand up comedinya Miko.

Penilaian 

Perbandingan antara novel cinta dalam kardus dan film cinta dalam kardus ialah, kalau didalam novel menceritakan tentang sosok Joni yang waktu itu sedang bertengkar dengan pacarnya yang bernama Key. Terus ayah Joni menyuruh Joni untuk ikut magang di produksi film cinta dalam kardus. Selama magang Joni bertemu dengan orang-orang baru yang mengingatkannya dengan mantan pacarnya. Berbeda dengan filmnya, film yang tayang pertengahan tahun ini bergenre komedi romantis. Film cinta dalam kardus lebihmenceritakan sosok Raditya Dika yang percaya bahwa cinta itu menuntut dan tidak pernah bisa menerima seseorang apa adanya. Dan persis itulah yang ia rasakan saat ini, pada hubungannya dengan Putri. Hari itu Miko berencana untuk naik ke panggung stand up comedy. Dia ingin melakukan sesuatu yang bisa bikin hidupnya segar. Namun, sebelum berangkat, Miko sempat kaget ketika menemukan kardus yang berisi barang-barang nostalgia peninggalan 21 mantan gebetannya. Hingga akhirnya stand up Miko menceritakan barang-barang pemberian dari mantannya. Intinya film cinta dalam kardus lebih menceritakan cinta Miko dan masa lalu dengan mantant-mantannya.

Kelemahan

Kelemahan cerita yang disampaikan berbeda dengan filmnya. Di dalam novel juga terdapat singkatan yang mungkin sulit dipahami oleh pembaca.

Kelebihan

Cerita menarik yang mungkin pernah dialami oleh remaja-remaja Indonesia. Memiliki pesan yang bagus. Dan yang kebih menarik, setting dari cinta dalam kardus itu berbahan dari kardus semua. Jadi efek kardus memberikan kesan WAW, ketika kita melihat penataan tempat pada film cinta dalam kardus.

Kesimpulan

Merupakan film unik karena berlatarkan dari bahan-bahan yang berbahan dasar dari kardus, film komedi romantis yang layak untuk dilihat filmnya.